Telur
adalah salah satu bahan pangan yang memiliki nilai gizi yang tinggi dan berguna
untuk tubuh serta berfungsi Dalam aneka pengolahan bahan makanan. Salah satu
keunggulan telur adalah kandungan asam aminonya yang lebih lengkap dibandingkan
ayam,ikan,daging,tahu,tempe,dll.
Secara
umum telur terdiri atas tiga bagian yaitu..
1.
Kulit telur ( 8-11%), terdiri dari : bahan organik 95,1%; protein 3,3% dan air
1,6%
2.
Putih telur(albumen 57-65%), terdiri dari : protein12%; glukosa 0,4%; lemak
0,3%; mineral 0,3%; air 87%
3.
Kuning telur(27-32%), terdiri dari : protein 17%; glukosa 0,2%; lemak 32,2%;
mineral 0,3%; air 48,5%
TIPS
MEMILIH TELUR
1.Pilihlah telur dengan kulit utuh,
tidak retak atau pecah, bersih dan tidak ada noda.
2.Jika dilihat dari isinya, telur
yang masih baru mempunyai rongga udara yag kecil, kuning terletak ditengah,
putih telur kokoh. Telur yang sudah lama disimpan, akan mempunyai rongga udara
yang besar sehingga bisa mengapung apabila telur dimasukkan ke dalam air.
3.Telur yang mutunya bagus ditandai
dengan tidak adanya suara (koclak/terkocok) waktu telur tersebut digoyang.
4.Mutu telur juga bisa diukur dengan Haugh Unit,
yaitu pengukuran tinggi putih telur kental danberat telur. Telur yang segar mempunyai Haugh Unit :100, telur yang
baik : 72 dan telur yang rusak kurang dari 50.
5.Indeks kuning telur dan Indeks putih telur
juga dapat menetukan mutu telur. Indeks kuning telur (Ikt) merupakan
perbandingan tinggi kuning telur dengan diameternya yang diukur setelah
dipisahkan dari telurnya. Nilai Ikt normal adalah 0,33-0,50. Rata-rata telur
mempunyai Ikt 0,42. Makin lama
telur disimpan, nilai Ikt makin kecil akibat migrasi air.
Sedangkan indeks putih telur (Ipt) adalah
perbandingan tinggi telur kental dengan rata-rata diameter panjang dan
pendeknya. Nilai Ipt telur segar adalah 0,050-0,174. Rata-rata telur mempunyai
Ipt 0,090-0,120. Makin lama telur disimpan, Ipt makin kecil akibat degradasi
ovomucin yang dipercepat pada kenaikan pH.
Sapa yang tidak tau
cookies....cemilan ringan yang kita biasa kita makan saat kita sedang bersantai
maupun bekerja....Cookies adalah kue kering yang berbentuk kecil dan dipanggang
dalam oven serta tahan lama. Kue kering dapat digolongkan menjadi 2jenis yaitu Jenis Adonan (seperti kue kering
yang manis dan renyah) dan Jenis Busa ( Seperti sponge atau cake).
Untuk
membuat kue kering diperlukan beberapabahan. Bahan- bahan untuk membuat cookies secara umum adalah sebagai
berkikut:
Bahan
Utama
·Tepung
Tepung berfungsi untuk membentuk kerangka kue
kering. Tepung terigu yang banyak digunakan adalah tepung terigu serba guna
dengan kandungan protein sedang (10%). Tetapi untuk menghasilkan kue kering
yang lebih ringan dan renyah, gunakan tepung terigu berprotein rendah (8%).
Untuk membuat kue kering, sebaiknya jangan menggunakan tepung terigu berprotein
tinggi (>10%) atau tepung terigu swamuai, yaitu tepung dengan garam dan
bahan pengembang, kecuali untuk kue yang bertekstur liat.
·Lemak
Lemak berfungsi untuk memberi rasa gurihdan mengempukan kue.
Selain itu lemak juga berfungsi sebagai bahan pengelmusi yang akan
menghasilkan cookies yang renyah. Ada 2 macam Jenis lemak
yang bisa digunakan yaitu mentega/butter (lemak susu sapi) atau margarin (lemak
nabati/tumbuhan).
Ada dua jenis mentega, yaitu mentega tawar dan
mentega asin, sedangkan margarin umumnya asin. Mentegadan margarin dapat
digunakan secara bersamaan dalam adonan kue kering dengan komposisi 1:1 atau
1:2.Untuk rasa yang lebih gurih dan lembut, gunakan
mentega karena margarin kurang bisa memberikan aroma dan rasa gurih sebaik
mentega. Gunakan mentega putih karena kadar airnya rendah, sehingga kue kering
akan lebih renyah.
·Gula
Gula
berfungsi memberi rasa
manis dan memberi warna atau menggosongkan kue. Jumlah dan mutu gula yang baik
akan berpengaruh terhadap tekstur, penampakan dan cita rasa produk akhir.
Gula yang sering dipakai adalah gula
bubuk dan gula kastor (gula pasir berbutir halus). Gula pasir berbutir kasar,
agak susah larut pada waktu dikocok, sehingga membuat pori-pori kue relatif
besar. Selain itu ada juga kue kering yang menggunakan gula merah yang diberi
molases beraroma karamel, gula palem berbutir halus. Meskipun keduanya berwarna
coklat, tetapi tidak dapat saling menggantikan satu sama lain. Pemanis lain
adalah Golden syrup,sirup gula yang kental seperti madu berwarna coklat. Golden
syrup dapat diganti dengan madu dalam ukuran sama. Kue kering yang memakai
golden syrup akan bertekstur liat.
·Susu Bubuk
Susu berfungsi untuk memperbaiki cita
rasa,warna dan sebagai pengisi dan meningkatkan nilai gizi dari cookies.
Biasanya penggunaan susu sekitar 5 persen dari berat tepung terigu.
·Telur
Telur berfungsi untuk membentuk struktur dan
kekokohan cookies, memberi rasa gurih, memberi aroma, kelembutan dan dapat pula
berfungsi sebagai emulsifier alami.. Terlalu banyak telur akan membuat kue
menjadi rapuh. Telur yang digunakan bisa telur ayam kampung atau telur ayam
negeri, Ada adonan yang memakai kuningnya saja, ada juga yang menggunakan
putihnya saja atau ada juga yang menggunakan putih dan kuning telur.
·Bahan pengembang seperti
soda kue dan baking powder
Bahan Pengembang sering ditambahkan dalam adonan kue
kering agar kue menjadi lebih renyah dan garing. Bahanpengembang berfungsi untuk mengembangkan
produk dengan menghasilkan gas CO2.
Bahan pengembang yang biasa
dipakai adalah baking powder, soda kue dan cream of tartar untuk kue kering dan
putih telur. Bahan pengembang digunakan dalam jumlah sedikit, bila digunakan
terlalu banyak akan meninggalkan rasa getir dan pahit.
·Garam
Garam Berfungsi memberikan cita rasa dan
aroma. Selain itu, Garam dapat menurunkan suhu penggulalian dalam adonan, juga memegang
peranan penting dalam menimbulkan warna kerak.
·Air Air sangat berpengaruh pada
kepadatan adonan. Air juga dapat memperkembangkan protein dalam tepung yang
bertindak menahan dari baking powder. Air dapat membangkitkan kelembaban pada
cake, dan dengan demikian rasa lezat kue akan timbul.
BAHAN TAMBAHAN
Keunikan
kue kering terletak pada bahan tambahan. Berikut beberapa Bahan tambahan yang
bisa digunakan untuk campuran adonan kue kering :
1.Buah :
Buah
yang bisa digunakan bisa
buah kering seperti kulit jeruk, apel, aprikot, manisan buah seperti cherry,
kurma atau buah segar.
2.Kacang-Kacangan :
Antara lain kacang mete, kacang tanah,
kenari, almond, hazelnut, walnut atau pistachio. Kacang-kacangan bisa digunakan
untuk campuran adonan atau hiasan, cincang sesuai kebutuhan atau utuh.
3.Sereal :
Ada beberapa jenis sereal yaitu
havermuth, whole wheat, cornflakes. Bila sereal terlalu besar,remas-remas
sedikit agar agak hancur. Campurkan dalam adonan pada urutan terakhir, agar
tidak hancur.
4.Cokelat
:
Cokelat yang digunakan bisa berupa cokelat bubuk, cokelat masak, seperti
coklat masak pekat (dark cooking chocolate), coklat masak susu (white cooking
chocolate) dan cokelat keping (chocolate chip). Cokelat bubuk bisa diayak
dengan tepung terigu atau dilarutkan dengan sedikit air hangat. Cokelat masak
sebaiknya dicincang kasar kemudian dilelehkan untuk campuran adonan atau
hiasan.
5.Bumbu dan Rempah :
Beberapa jenis kue tertentu menggunakan bumbu dan
rempah dalam adonan. Bumbu yang dipakai berbentuk bubuk atau segar dan diparut,
seperti cengkeh, kayu manis, pala, jahe.
Untuk
membuat cookies tentunya kita butuh beberapa peralatan bukan?! Berikut beberapa
peralatan umum yang wajib dimiliki bila kita ingin membuat cookies:
1.Timbangan dan Sendok Ukur :
Timbangan dan sendok ukur diperlukan
untuk mendapatkan jumlah yang akurat sesuai resep. Jangan menggunakan sendok
makan atau sendok teh biasa untuk mengukur bahan dalam jumlah sedikit.
2.Mixer
:
Mixer diperlukan untuk mengocok adonan, supaya
mentega lembut, mengembang dan gula larut serta adonan tercampur dengan
sempurna.
3.Loyang :
Sebaiknya gunakan loyang tanpa pinggiran
atau loyang dengan tinggi 2 cm berwarna cerah dan 5 cm lebih kecil dari ukuran
oven. Loyang berwarna cerah/putih sangat cocok untuk mengeringkan kue secara
perlahan dan merata, sedangkan loyang berwarna gelap cepat menyerap panas.
Sehingga kue mudah gosong, tetapi dalamnya belum kering betul. Untuk kue kering
potong dapat digunakan loyang agak tinggi, sekitar 3 cm. Olesi loyang dengan
margarin. Tetapi ada kue tertentu , loyangnya tidak perlu diolesi margarin,
cukup diatas kertas roti.
4.Cetakan kue, mangkuk untuk adonan kue
§Pembuatan adonan :
Pada tahap ini ada proses pencampuran
bahan dimana telur,gula,margarin, garam, susu dikocok hingga membentuk krim.
Lalu tepung terigu ditambahkan sedikit demi sedikit dan terakir adalah bahan
pengembang. Lalu semua bahan dikocok hingga semua bahan tercampur rata atau
homogen.
§Pencetakan:
Setelah adonan sudah jadi, proses
selanjutnya adalah pencetakan. Pencetakan ini bentuknya bervariasi sesuai
dengan selera. Lalu letakan adonan dalam loyang yang sudah diolesin mentega.
Fungsi dari penggunaan mentega ini adalah untuk mencegah lengketnya adonan saat
matang.
§Pembakaran / Baking :
Pembakaran ini dilakukan dalam oven
dengan suhu antara ±150-200°C, t = ±16-25 menit . Oven yang digunakan dalam
baking tidak boleh terlalu panas saat kue hendak dimasukkan karna bagian luar
kue akan terlalu cepat matang sehingga menghambat perkembangan dan membuat
permukaan cookies menjadi pecah2